Rabu, 06 November 2013

Mengulik Perjalanan Panjang Game Football Manager


penulis: Adhie Sathya


Para pencinta game sepakbola berterimakasih kepada dua orang jenius ini, Paul Collyer MBE dan Oliver Charles Collyer MBE. Karena berkat ide nekatnya di tahun 1992 lalu, mereka sudah bisa berfantasi ria menjadi seorang manajer sepakbola hanya melalui perangkat komputer.


Ide brilian tersebut muncul ketika kakak beradik asal Inggris ini kecanduan game Football Manager kembangan Addictive Games yang muncul di awal 80-an. Dari situ, keduanya berpikir untuk membuat game manajemen sepakbola yang jauh lebih baik secara grafis dan fitur.


'Oliver dan saya memainkan game manajemen sepakbola ketika masih kecil pada era 80-an lalu.' ungkap Paul Collyer.


'Tetapi kami nggak hanya ingin memainkan gamenya. Tetapi kami juga ingin membuat sebuah game manajemen sepakbola dengan grafis yang lebih baik dan membawa game manajemen sepakbola ke arah yang lain.' tambahnya.


Collyer bersaudara lantas mengawali perjalanan mereka di industri game dengan merilis Championship Manager pada 1992. Sport Interactive dibentuk dan mulai mendapatkan tawaran dari berbagai konsol terlebih ketika sekuelnya dirilis pada 1995.


Sempat bercerai dengan salah satu developer aslinya, Eidos Interactive, keduanya meraih kesuksesan yang jauh lebih besar saat melepas Football Manager 2005 dengan format dua dimensi hingga Football Manager 2013 yang kini mengadopsi format tiga dimensi.


Menurut Collyer, Football Manager sudah menjadi wadah obsesi para pecinta sepakbola untuk setidaknya merasakan realitas seorang manajer sepakbola. 'Saya pikir dunia ini dipenuhi oleh para Football Manager Wannabe.' pandangnya.


'Melalui game ini, kita memberikan para pengguna cara untuk merasakan fantasi menjadi seorang manajer sepakbola apapun yang dihadapi di dalam dan di luar lapanga.' jelasnya.


Karena kesuksesan Football Manager, Paul dan Oliver Collyer diganjar Member of the Order of the British Empire oleh Kerajaan Inggris pada 2010 atas jasa-jasanya di industri game komputer. Thank you, Collyer brothers.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar