Senin, 30 September 2013
Ini Dia Para Ikon Di Jagad Video Game
Minggu, 29 September 2013
China Mulai Halalkan Konsol Game
Rabu, 25 September 2013
Merasa terganggu saat main game, remaja ini tega bunuh ibunya
Reporter : Dwi Andi Susanto
Seorang gamer remaja berusia 15 tahun di Hengxian, Guangxi, China, tega membunuh ibunya sendiri dan kembali meneruskan permainannya di warnet.Dalam tulisan di Tech in Asia (20/09), dia melakukan hal tersebut karena merasa terganggu oleh kehadiran ibunya ketika dia sedang asik bermain sebuah game.Sang ibu awalnya hanya meminta dia untuk berhenti bermain game juga meminta agar remaja tersebut melepaskan anting-anting yang dipakainya. Karena adu mulut semakin memuncak, sang remaja marah dan secara spontan mengambil pisau dan menusukkan ke ibunya.Karena tusukan tersebut, sang ibu akhirnya menemui ajal. Anehnya lagi, setelah menusuk ibunya itu, sang remaja kemudian pergi mandi, mengganti pakaiannya, pergi belanja dan meneruskan gamenya tadi di sebuah warnet, tanpa mempedulikan nasib sang ibu.Di saat dia kembali asik bermain game di warnet, sang ayah meneleponnya dan bertanya kenapa ibunya tidak mengangkat telepon. Remaja tersebut berbohong dengan mengatakan bahwa sang ibu sedang sakit.Namun, remaja tetaplah remaja dan masih memiliki rasa takut. Karena takut akan kemarahan sang ayah apabila mengetahui bahwa dia lah yang membunuh ibunya, maka remaja itu pergi ke kantor polisi dan menyerahkan diri. Ada-ada saja.
Follow Berita # Game
Follow tag http://crossgamers.blogspot.com/ akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Game, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Game.
Let's be smart, read the news in a new way.
Selasa, 24 September 2013
Parah! Gamer Rela Ngutang Rp 84 Juta Demi Game Online
http://crossgamers.blogspot.com/, Seoul : Game online kerap dituduh sebagai biang keladi hancurnya kehidupan seseorang. Bagaimana tidak, game online diyakini dapat menyebabkan seorang gamer kecanduan dan mengacuhkan berbagai hal penting lainnya dalam kehidupan.
Meski tak sepenuhnya benar, namun berbagai kejadian di berbagai penjuru negara nyatanya membenarkan argumen tersebut. Yang terbaru adalah kisah kecanduan game online yang terjadi di Korea Selatan berikut ini.
Menurut yang dilansir laman Kotaku, Rabu (25/9/2013), seorang pria asal Korea Selatan yang tak bersedia disebutkan namanya dilaporkan berani mengambil pinjaman alias ngutang sebesar US$ 7.300 atau sekitar Rp 84 juta dari sebuah bank.
Sang pria berusia 30 tahunan ini secara sadar meminjam uang dalam jumlah yang cukup besar tersebut hanya untuk berbelanja item-item khusus di sebuah permainan game online. Membeli item pada game online sendiri dikenal sebagai salah satu cara termudah untuk meningkatkan performa dan kemampuan karakter yang dimainkan pada sebuah game online.
Kebodohan pria tersebut terungkap di sebuah acara konsultasi di televisi bertajuk Hello Counsellor. Di acara itu istri sang pria menelepon dan meminta saran tentang kecanduan game yang dialami suaminya.
Menurut sang istri, suaminya itu sebelumnya juga telah menghabiskan US$ 1.800 untuk membeli beberapa item game. Pria tersebut diketahui ngegame selama lima jam sehari selama hari kerja dan 19 jam selama akhir pekan. Bahkan ia sering tak masuk kerja agar bisa main game. Salah satu game favorit yang sering dimainkan adalah 'Mu: Blue' besutan Webzen, perusahaan gaming asal Korea.
Berbelanja item game memang dianggap sebagai salah satu pemicu seseorang menjadi kecanduan game onlie. Semakin banyak item game yang dimiliki, karakter yang dimainkan oleh gamer akan semakin kuat dan terkalahkan. Berbagai kemudahan dalam menyelesaikan misi pun bisa Anda dapatkan. (dhi/dew)
Senin, 23 September 2013
Rangsang Gairah Istri Lewat Game
Jumat, 20 September 2013
Berkostum Kriminal Saat Jualan Game `GTA V`, Toko Disergap Polisi
http://crossgamers.blogspot.com/, Montargis : Ada-ada saja ulah yang dilakukan sebuah pegawai toko di Perancis dalam menjual game Grand Theft Auto V ( GTA V). Untuk menjual game bertema kriminal itu, dua pegawai toko Micromania di Montargis, sebelah selatan Paris, Perancis, berdandan layaknya penjahat.
Dilansir dari laman Polygon, Kamis (19/9/2013), kostum yang digunakan dua pegawai itu memang menyerupai penjahat asli. Mereka menggunakan kain sebagai masker untuk menutupi wajahnya. Malah dua pegawai itu juga memegang senjata mainan yang mirip dengan aslinya.
Seorang warga lokal pun melihat kegilaan itu dan menganggapnya sebagai sebuah aksi kriminal sunggguhan. Polisi pun ditelepon.
Dalam waktu singkat, datanglah 15 polisi. Sebagian malah bersenjata lengkap, dengan senapan semi otomatis. Penyergapan dilakukan.
Untungnya tak ada yang terluka dalam penyergapan polisi ini. Setelah tahu kalau 'aksi kriminal' yang disergap hanya sebuah strategi penjualan game GTA V, polisi marah. Tapi tak ada penangkapan yang dilakukan.
'Hal buruk bisa saja terjadi,' kata salah seorang anggota polisi.
Parahnya, hal ini tak hanya terjadi di Perancis. Hal yang sama terjadi di New York saat polisi menangkap seorang lelaki dengan tuduhan aksi kriminal setelah berdandan meniru polisi. Aksi menipu dengan kostum polisi dilakukan orang tersebut agar bisa dengan mudah mendapatkan game GTA V. (gal)
Kamis, 19 September 2013
Nekat! Remaja Pura
http://crossgamers.blogspot.com/, New York : Demi bisa mendapatkan video game terbaru Grand Theft Auto V (GTA V) lebih cepat, tiga remaja nekat menyamar menjadi polisi. Aksi nekat ini sengaja dilakukan agar mereka bisa memotong antrean gamer yang ingin membeli GTA V.
Ketiga remaja yang dimaksud adalah Kirolos Abdel Sayed (19 tahun), Matthew Kirshen (20 tahun), dan Frank Santanastoso mer19 tahun). Mereka melaju ke Staten Island Mall dengan mobil dilengkapi dengan lampu dan sirine palsu ala mobil polisi.
Sesampainya di toko game tersebut, Selasa dini hari waktu setempat, mereka menunjukkan lencana polisi palsu untuk meyakinkan petugas keamanan toko bahwa mereka sedang berpatroli.
Tiga jalur antrean yang panjang pun berhasil diterobos. Mereka langsung masuk ke dalam toko. Pihak keamanan mengijinkan mereka masuk, bahkan memberikan salinan dari game tersebut. Mereka berhasil melewati sekitar 500 orang gamer yang telah mengantre berjam-jam di sana.
Setelah berhasil mendapatkan game tersebut, mereka kembali ke mobil polisi palsu. Mungkin karena ingin buru-buru pergi karena takut ketahuan, mereka memutar balik kendaraan di jalur yang tidak seharusnya dan melanggar beberapa rambu lalu lintas.
Naasnya, polisi yang asli memergoki saat mereka melanggar rambu lalu lintas. Polisi pun menghentikan mobil tersebut untuk dimintai keterangan. 'Saya bersama dengan NYPD,' ucap Abdel Sayed saat itu sebagaimana dilansir NY Daily News, Jumat (20/9/2013).
Ketiganya pun ditangkap. Kepada polisi, Kirshen mengatakan bahwa ia meminjam lencana palsu itu dari temannya. Ketiganya didakwa dengan tuduhan telah melakukan tindak kejahatan penipuan dengan menjadi perwira polisi. Jika terbukti bersalah, tiga remaja itu bisa dihukum satu tahun penjara.
(dew)
Game Kebut
TOKYO - Karakter Sonic, tokoh jagoan landak biru yang dipopulerkan Sega mungkin tidak asing lagi bagi para gamer. Terkini, Sonic hadir dengan menunggangi mobil balap dalam judul permainan Sonic & SEGA All-Stars Racing di Android.Pengguna yang ingin memainkan game kebut-kebutan ini bisa mengunduhnya melalui Google Play Store. Sonic tidak sendiri, ia akan ditemakin dengan karakter Sega lainnya, seperti tokoh AiAi Super Monkey Ball, Ulala dari Space Channel 5 serta Ryo Suzuki dari Shenmue.Dilansir Androidcentral, Kamis (19/9/2013), gameplay permainan balapan mobil ini sudah akrab bagi pemain Mario Kart atau game sejenis. Sonic & SEGA All-Stars Racing menawarkan modus multiplayer yang memungkinkan pengguna bermain bersama teman.Sayangnya, pemain Sonic & SEGA All-Stars Racing tidak bisa mencicipi gratis di Google Play Android. Game ini dijual USD1,99 di Amerika Serikat dan 1,60 poundsterling di Inggris.Game yang dikembangkan Sumo Digital ini juga bisa dijajal di konsol game Wii, Xbox 360, PlayStation 3, Nintendo DS, Mac OS X, iOS serta Windows. (ahl)